Pelajaran dari Marcus Aurelius dan Kaum Stoa Ketika Badai Krisis Tiba

Marcus Aurelius adalah Kaisar Roma legendaris yang dikenal karena kebijaksanaannya.

Di masa hidupnya, ia menghadapi berbagai krisis besar. Salah satunya Wabah Antoninus yang merenggut 5 juta jiwa bangsa Romawi.

Menghadapi krisis yang demikian ia menawarkan sebuah metode berpikir dan cara pandang yang menarik dan relevan untuk kita.

Cara pandangnya berakar dari Stoikisme, yang menempatkan kebajikan sebagai hal tertinggi yang harus dipraktekkan dalam segala situasi.

Membangun Ketahanan Mental-Emosional Di Saat Krisis

“Logika membuatmu berpikir, emosi membuatmu bertindak,” kata Alan Weiss, konsultan senior ternama.

Dalam keadaan krisis, rasionalitas cenderung tidak bekerja dengan baik. Yang lebih banyak berperan adalah emosi, khususnya yang negatif: Takut atau panik.

Tulisan ini mengajak kita memahami pendekatan untuk mengatasinya, secara taktis maupun strategis.

Salah satunya, melalui perencanaan atau simulasi mental.

The Art of War: Membedah dan Mengadopsi 15 Elemen Strategi Sun Tzu

Banyak pihak menyebut The Art of War sebagai salah satu buku terpenting dalam hal strategi. Meskipun, sesungguhnya, tidaklah mudah menyarikan dan menyimpulkan karya klasik ini.

Sebabnya, buku yang terdiri dari 13 bab ini memang tidak ditulis dalam struktur dan sistematika yang mudah dipahami masyarakat modern.

Tulisan ini, adalah upaya membedah elemen-elemen strategi dalam The Art of War. Sehingga memudahkan pembaca untuk menerapkannya dalam konteks yang berbeda-beda. Berstrategi dalam kehidupan sehari-hari.

Covid-19 dan Bagaimana Seharusnya Menghadapi Ketakutan

Akibat Covid-19 pasar saham global mengalami minggu terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008. Ini mencerminkan ketakutan yang meningkat terhadap bencana ekonomi.

Meskipun laporan Tim WHO yang diturunkan ke Cina menunjukkan bahwa angka pasien yang terkena penyakit ini terus menurun, namun fenomena ketakutan masih dominan mewarnai berbagai pembicaraan di ruang publik.

Apa yang perlu kita ketahui tentang ketakutan secara saintifik dan bagaimana sebaiknya menghadapinya, secara sosial maupun individual?

Bagaimana Keluarga Medici Menciptakan Lingkungan yang Progresif?

Salah satu pencipta lingkungan inkubator terkeren dalam sejarah adalah Keluarga Medici, yang sangat berpengaruh dalam era kebangkitan Eropa atau The Renaissance sejak abad ke-14.

Leonardo da Vinci, Michaelangelo dan Galileo Galilei adalah nama-nama yang muncul karena tradisi dan lingkungan yang diciptakan oleh Keluarga Medici.

Siapa sangka diskusi santai para pemikir yang didanai Medici, kemudian bisa mempengaruhi berbagai perubahan besar. Mulai dari reformasi gereja hingga pendirian berbagai universitas terkenal di dunia Barat.

Kaitan Antara Pengendalian Emosi dan Kesuksesan Material

Dari sekian banyak kecakapan penting di tempat kerja, kecerdasan emosional adalah yang paling bisa digunakan untuk memperkirakan kinerja seseorang.

Kecerdasan emosional berperan hingga 58% dari kinerja setiap orang, dan bahwa 90% orang-orang berkinerja terbaik memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

Yang paling menarik, mereka yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi rata-rata memiliki penghasilan tahunan 29 ribu dolar AS lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang kecerdasan emosionalnya rendah.

Menyingkap Kepentingan di Balik “Framing” atas Informasi

Pengetahuan tentang “framing” penting untuk memahami bahwa ada berbagai kepentingan di balik setiap informasi. Tidak ada yang bebas kepentingan.

Seseorang yang mengaku bebas kepentingan pun tak lepas dari kepentingan – setidaknya kepentingan supaya “diakui” bahwa dia tak punya kepentingan, dan juga kepentingan “nilai” (bisa agama, moral atau lainnya) di balik sikapnya itu.

Lalu, bagaimana sebaiknya bersikap menghadapi berbagai framing?

Syarat Terpenting Menjadi “Problem-Solver” yang Efektif

Disrupsi sedang terjadi di berbagai sektor. Perubahan yang terjadi dengan cepat dan “disruptif” secara natural akan mendatangkan berbagai tantangan atau masalah – yang dengan sendirinya membutuhkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah.

Future Jobs Report 2018 yang dirilis World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa sejumlah keterampilan baru (emerging skills) yang dibutuhkan di masa depan terkait erat dengan kemampuan menghadapi berbagai tantangan atau masalah baru.

Mengapa Inkubasi Penting untuk Menciptakan SDM Unggul?

Duapuluhlima tahun dari sekarang, Indonesia akan mencapai 100 tahun kemerdekaannya di tahun 2045.

Apakah Indonesia akan menjadi Negara Maju atau tidak sangat ditentukan oleh apa yang dibangun dan dilakukan saat ini.

Bagi pemuda-pemudi yang saat ini berusia 20-an tahun, mereka kelak akan berada di usia matang dan memegang posisi-posisi kunci.

Namun, semua itu akan tergantung dari proses inkubasi semacam apa yang dilalui.

Bagaimana “Intelektualisasi Bisnis” Berperan dalam Kebangkitan dan Keterpurukan Korporasi Modern?

Kita mengetahui bahwa rasionalitas telah membangkitkan Eropa dari era kegelapan menuju era kejayaan. Namun, belum banyak yang membahas bagaimana “rasionalitas” telah menjadikan perusahaan-perusahaan kelas dunia melesat meninggalkan para kompetitornya, baik dari segi aset, penerimaan maupun pangsa pasar.

Wajar demikian, sebab “intelektualisasi bisnis” sesungguhnya merupakan fenomena yang relatif baru. Dimulai di tahun 1960-an, yang ditandai dengan munculnya sejumlah firma atau perusahaan-perusahaan konsultan ternama, seperti Boston Consulting Group (BCG), Bain & Company dan kemudian McKinsey…