Jurgen Klopp dan “People Strategy”

Setelah menunggu selama 30 tahun, Liverpool kembali menjadi yang terbaik di Inggris. Hal ini melengkapi kesuksesan mereka secara finansial yang meningkat 122 persen (menjadi sekitar 1,9 milyar dolar AS) sejak 2015.

Terdapat sejumlah faktor yang bisa disebutkan sebagai penentu keberhasilan klub yang tahun lalu baru merebut tropi Liga Champions itu. Para pemain yang berbakat, fans yang luar biasa, manajemen yang modern, serta kultur yang telah terbangun selama puluhan tahun adalah beberapa di antaranya.

Namun faktor Jurgen Klopp, sebagai pelatih, tak pelak lagi merupakan salah satu yang terpenting.

Mengerti Pondasi & Menavigasi Organisasi Di Kala Pandemi

Organisasi, sebagai wujud dari kolaborasi, adalah salah satu kunci utama kemajuan manusia modern. Bahkan, “kerjasama fleksibel dalam skala besar”, kata Yuval Noah Harari, “menyebabkan kita menjadi penguasa bumi.”

Apakah yang menjadi elemen-elemen utama dari sebuah organisasi yang efektif – mulai dari ruang lingkup terkecil, keluarga, hingga negara – yang tetap relevan dalam berbagai situasi? Lalu, bagaimana strategi sebuah organisasi ketika menghadapi krisis, terutama di era Pandemi seperti saat ini?

Kedua pertanyaan ini, bagi yang senang berorganisasi, sangat penting. Terutama, karena, kalau ingin manusia tetap jadi penguasa bumi, tentu kemampuan berorganisasinya pun harus makin mumpuni.

Faktanya banyak juga organisasi yang bubar akibat berkonflik atau berbagai alasan lain. Pengalaman dari masa lalu tentu harus menjadi pemandu dan pelajaran kita bersama. #YNWA 🙂

Semua Orang adalah VIP

Mendapatkan dukungan dari orang lain, adalah seni amat penting dan relevan di hampir semua bidang kehidupan. Tapi, tak semua orang mampu menguasainya.

Bakat? Tidak juga.

Tokoh sekaliber Abraham Lincoln sekalipun, harus mengalami pengalaman memalukan di awal karir politiknya – sebelum menyadari kekeliruannya, lalu mengubah pendekatannya.

Rahasianya sederhana: Perlakukan semua orang sebagai VIP!

Bagaimana caranya? Itulah intisari dari sebuah buku jadul terbitan tahun 1936, yang oleh investor legendaris Warren Buffet, diakui telah berhasil mengubah hidupnya.

Covid-19 dan Bagaimana Seharusnya Menghadapi Ketakutan

Akibat Covid-19 pasar saham global mengalami minggu terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008. Ini mencerminkan ketakutan yang meningkat terhadap bencana ekonomi.

Meskipun laporan Tim WHO yang diturunkan ke Cina menunjukkan bahwa angka pasien yang terkena penyakit ini terus menurun, namun fenomena ketakutan masih dominan mewarnai berbagai pembicaraan di ruang publik.

Apa yang perlu kita ketahui tentang ketakutan secara saintifik dan bagaimana sebaiknya menghadapinya, secara sosial maupun individual?