Pendekatan “Yin-Yang” dalam Menyusun Visi yang Efektif

Tak dapat disangkal bahwa keberhasilan sebuah organisasi – perusahaan hingga negara – sangat ditentukan oleh kerja keras dan kerja cerdas seluruh komponen pendukungnya. Namun, visi yang jelas, ternyata tak kalah pentingnya.

Sebuah studi yang dilakukan atas perusahaan-perusahaan paling sukses di lantai bursa sejak 1925, menunjukkan betapa vital peran visi yang efektif dalam keberlanjutan organisasi perusahaan.

Tulisan ini menjelaskan dua aspek penting dalam penyusunan visi yang efektif: “Core ideology” atau ideologi inti dan “envisioned future” atau masa depan yang dikehendaki. Pelajari bagaimana perusahaan elektronika asal Jepang, Sony, menyusun visinya.

Bagaimana Mempresentasikan Gagasan Secara Efektif Tanpa Bergantung Pada PPT?

Perangkat lunak Microsof PowerPoint (PPT) dan sejenisnya, dikembangkan untuk memudahkan kita mempresentasikan gagasan atau ide. Nyatanya, banyak yang menggunakannya secara berlebihan – dengan menumpukkan berbagai diagram dan data – dan melupakan fungsi asalinya.

Padahal, menurut Douglas Kruger, pemegang rekor 5 kali juara Southern African Championships for Public Speaking, tujuan presentasi adalah menyampaikan pesan bukan fakta. “Pernahkah Anda membayangkan Winston Churchill atau Barack Obama meyakinkan orang lain dengan menggunakan PowerPoint?” tanya Kruger.

Tulisan ini hendak menyarikan seni menyampaikan “pesan inti” secara efektif, dengan atau tanpa PPT. Simak pula apa kata Cicero, filsuf dan orator ulung Romawi kuno, kalau hendak mengembangkan bakat menjadi pembicara profesional.

Pemimpin-Fasilitator dan Seni Memimpin Orang-Orang Pintar

Selama puluhan tahun “Management Guru” Peter F. Drucker mengamati, masyarakat modern berkembang cepat menuju knowledge society (masyarakat berpengetahuan) yang didahului lahirnya knowledge worker (pekerja berpengetahuan).

Butuh konsep kepemimpinan baru untuk mengelola kelas pekerja dan masyarakat baru ini. Bos “serba tahu” tidak lagi relevan. Yang dibutuhkan adalah “pemimpin-fasilitator” untuk mengelola “aset pengetahuan dan kemampuan” seluruh timnya secara kolegial.

Tulisan ini memberikan sejumlah prinsip dan tips yang diperlukan untuk memfasilitasi secara efektif – agar “orang-orang pintar” mau bekerjasama mencapai tujuan bersama organisasi.

Mengerti Pondasi & Menavigasi Organisasi Di Kala Pandemi

Organisasi, sebagai wujud dari kolaborasi, adalah salah satu kunci utama kemajuan manusia modern. Bahkan, “kerjasama fleksibel dalam skala besar”, kata Yuval Noah Harari, “menyebabkan kita menjadi penguasa bumi.”

Apakah yang menjadi elemen-elemen utama dari sebuah organisasi yang efektif – mulai dari ruang lingkup terkecil, keluarga, hingga negara – yang tetap relevan dalam berbagai situasi? Lalu, bagaimana strategi sebuah organisasi ketika menghadapi krisis, terutama di era Pandemi seperti saat ini?

Kedua pertanyaan ini, bagi yang senang berorganisasi, sangat penting. Terutama, karena, kalau ingin manusia tetap jadi penguasa bumi, tentu kemampuan berorganisasinya pun harus makin mumpuni.

Faktanya banyak juga organisasi yang bubar akibat berkonflik atau berbagai alasan lain. Pengalaman dari masa lalu tentu harus menjadi pemandu dan pelajaran kita bersama. #YNWA 🙂

Harvard Business School tentang Manajemen Krisis Covid-19: “Tak Ada Jawaban Terbaik, Yang Ada Proses Terbaik”

“Krisis Covid-19 ini berada di luar kapasitas, sumber daya dan pengetahuan kita,” ungkap Profesor Dutch Leonard dan Profesor Bob Kaplan dalam kursus singkat tentang “Manajemen Krisis bagi Para Pemimpin” yang diselenggarakan Harvard Business School baru-baru ini.

Kita berada dalam situasi yang berubah dengan cepat, di bawah tekanan serta diliputi dengan ketakutan. “Inilah yang dinamakan krisis kepimpinan. Inilah yang disebut dengan the new normal (keadaan “normal” yang baru).”

Dalam situasi krisis yang belum pernah ada presedennya, tak ada jawaban pasti yang siap pakai dan dapat digunakan dalam berbagai situasi. “Yang dapat kami tawarkan adalah proses terbaik,” ungkap Profesor Leonard.

Proses dan langkah-langkah yang mereka tawarkan dapat dibaca dalam tulisan ini.