Membangun Ketahanan Mental-Emosional Di Saat Krisis

“Logika membuatmu berpikir, emosi membuatmu bertindak,” kata Alan Weiss, konsultan senior ternama.

Dalam keadaan krisis, rasionalitas cenderung tidak bekerja dengan baik. Yang lebih banyak berperan adalah emosi, khususnya yang negatif: Takut atau panik.

Tulisan ini mengajak kita memahami pendekatan untuk mengatasinya, secara taktis maupun strategis.

Salah satunya, melalui perencanaan atau simulasi mental.

The Art of War: Membedah dan Mengadopsi 15 Elemen Strategi Sun Tzu

Banyak pihak menyebut The Art of War sebagai salah satu buku terpenting dalam hal strategi. Meskipun, sesungguhnya, tidaklah mudah menyarikan dan menyimpulkan karya klasik ini.

Sebabnya, buku yang terdiri dari 13 bab ini memang tidak ditulis dalam struktur dan sistematika yang mudah dipahami masyarakat modern.

Tulisan ini, adalah upaya membedah elemen-elemen strategi dalam The Art of War. Sehingga memudahkan pembaca untuk menerapkannya dalam konteks yang berbeda-beda. Berstrategi dalam kehidupan sehari-hari.

Covid-19 dan Bagaimana Seharusnya Menghadapi Ketakutan

Akibat Covid-19 pasar saham global mengalami minggu terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008. Ini mencerminkan ketakutan yang meningkat terhadap bencana ekonomi.

Meskipun laporan Tim WHO yang diturunkan ke Cina menunjukkan bahwa angka pasien yang terkena penyakit ini terus menurun, namun fenomena ketakutan masih dominan mewarnai berbagai pembicaraan di ruang publik.

Apa yang perlu kita ketahui tentang ketakutan secara saintifik dan bagaimana sebaiknya menghadapinya, secara sosial maupun individual?

Menyingkap Kepentingan di Balik “Framing” atas Informasi

Pengetahuan tentang “framing” penting untuk memahami bahwa ada berbagai kepentingan di balik setiap informasi. Tidak ada yang bebas kepentingan.

Seseorang yang mengaku bebas kepentingan pun tak lepas dari kepentingan – setidaknya kepentingan supaya “diakui” bahwa dia tak punya kepentingan, dan juga kepentingan “nilai” (bisa agama, moral atau lainnya) di balik sikapnya itu.

Lalu, bagaimana sebaiknya bersikap menghadapi berbagai framing?