Tentang

Tepat ketika masa tugas saya di Kantor Staf Presiden berakhir pada 20 Oktober 2024, sahabat saya Rezal Kusumaatmadja, pendiri PT Rimba Makmur Utama, mengajak saya ke pos sentral Katingan Mentaya Project, jauh di tengah hutan gambut Kalimantan Tengah yang luasnya lebih dari 150 ribu hektare.

Di sanalah, untuk pertama kalinya, saya menginjakkan kaki di tanah gambut. Padahal saya pernah menjadi penasihat di Badan Restorasi Gambut. Saya tidak menganggapnya kebetulan. Itu pertanda panggilan.

Ketika kembali ke Jakarta, saya sudah menjadi orang biasa, dan sesudah itu saya memilih pindah ke Kalimantan. Kampung saya di Minahasa. Rumah saya kini di Bukit Batu, Palangka Raya, di tepi hutan.

Blog ini sebenarnya sudah saya mulai sejak 2020, ketika saya masih bekerja di Jakarta, lalu lama hening. Di Kalimantan saya menemukan alasan untuk menulis lagi.

Latar belakang saya wartawan, dan dari sana saya terbiasa mencatat apa yang terjadi sebelum bertanya mengapa hal itu terjadi. Kini blog ini berangkat dari satu keyakinan: peradaban yang lebih baik bisa tumbuh dari kampung-kampung Kalimantan. Di sini saya mencatat buktinya, satu cerita demi satu cerita.

We can be a better species. Stewards, not owners. Dalam bahasa kita: merawat, bukan menguasai. Hutan, uang, kampung, juga batin kita sendiri, hanya bertahan selama ada yang mau merawatnya.

Setiap bulan ada Catatan Negentropi, kolom tentang seni membangun di semesta yang selalu mengambil kembali. Di sela-selanya hadir tulisan tentang kepemimpinan, kebijaksanaan lama, ekonomi yang memanusiakan, dan kabar dari tepi hutan.

Kalau Anda ingin ikut menimbang, silakan berlangganan. Tulisan baru akan sampai ke surel Anda.