Era Perang Tercanggih, Yaitu Perang Persepsi, Sudah Terjadi Saat Ini!

Selama ratusan tahun hingga abad XVIII perang seringkali dilakukan dengan tujuan untuk menghabisi lawan (annihilation).

Namun “Perang Tujuh Tahun” (1756-1763) yang legendaris menjadi salah satu pembuka mata bahwa perang tidak harus dilakukan dengan cara yang demikian.

Saat ini, era perang baru sudah terjadi. Mesin-mesin perang canggih menjadi sangat menakutkan dan efektif ketika berhadapan dengan musuh yang jelas posisi titik koordinatnya.

Tapi menghadapi musuh yang bergerak cepat di antara masyarakat sipil dan menyebarkan ide melalui internet ke ruang-ruang percakapan pribadi, alat-alat perang itu tak bisa berbuat apa-apa.

Inilah perang persepsi.

Perang untuk menguasai alam pikir sekelompok manusia yang dijadikan target untuk ditaklukkan.

Mulai Berpikir Strategis dengan Mengenali Cara Kerja Otak

Mengenali cara kerja otak akan membuat kita lebih taktis dalam mengelola informasi yang kita terima setiap saat.

Buku berjudul “Your Brain At Work: Strategies for Overcoming Distraction, Regaining Focus, and Working Smarter All Day Long”, karya David Rock (2009) dapat menjadi rujukan yang saya referensikan. Penjelasan sederhana dari buku itu telah mengubah bagaimana saya menjadi “manajer” yang efektif bagi pikiran-pikiran saya sendiri.

Karena Kita Bukan Dinosaurus

Jangan cepat puas jadi manusia. Manusia modern atau homo sapiens diperkirakan baru ada sekitar 170.000 hingga 210.000 tahun lalu. Padahal bumi sudah berusia 4,543 miliar tahun. Sedangkan alam semesta, lebih lama lagi, 13,772 miliar tahun.

Ditempatkan dalam sejarah kehidupan yang demikian panjang itu, kita, manusia modern, sebetulnya masih “anak bawang”. Bandingkan dengan Dinosaurus yang pernah menguasai bumi selama 175 juta tahun, sebelum dihancurkan asteroids 65,5 juta tahun lalu.

Pos Blog Pertama Saya

“Menulis blog, mungkin, bisa membuat orang-orang melupakan jejak digital kita yang memalukan dan tak bisa dihapus. Tapi tentu itu bukan yang utama.”

— dino s.