Seni Kepemimpinan Cyrus Yang Agung (Berdasarkan “Cyropaedia”, Karya Xenophon)

Jarang ada penakluk yang dihormati bahkan dicintai warga di negeri taklukannya. Namun catatan sejarah menunjukkan Cyrus Yang Agung, pendiri Kekaisaran Persia adalah sosok yang demikian.

“Cyrus Cilinder”, sebuah dokumen penaklukan Cyrus atas Babilonia, yang menunjukkan perlakuannya yang sangat manusiawi atas kota itu pun dianggap sebagai piagam hak asasi manusia yang pertama.

Karena pengaruh dan kebijaksanaanya, Xenophon, murid Socrates yang juga seorang panglima perang dan sejarawan, mengabadikan sepak terjang Cyrus dalam sebuah karya klasik tentang kepemimpinan: “Cyropaedia” – yang berarti pendidikan seorang Cyrus.

Seneca, Nero dan Sulitnya Melahirkan “Pemimpin-Negarawan”

Ia mendidik Nero, hendak menjadikannya negarawan. Namun hidupnya justru harus ia akhiri atas perintah Nero.

Seneca, Sang Filsuf, memang gagal mengubah Nero, tapi ia berhasil membuktikan bahwa kebajikan dapat ditegakkan meskipun harus kehilangan nyawa.

Lewat “On Clemency” dan “On Tranquility of Mind” yang disarikan di sini, ia memprovokasi para calon pemimpin menjadi lebih kuat – menjadi robust.