Alat Tukar Komplementer Sebagai Solusi Krisis (III): Mengapa Mata Uang Konvensional “Gagal” Menciptakan Kesejahteraan?

Tak banyak yang menyadari bahwa mata uang konvensional yang kita kenal saat ini, memiliki kelemahan intrinsik yang disebabkan karena penggunaan bunga (interest).

Pertama, ia menciptakan kompetisi dan memunculkan pihak yang kalah.

Kedua, mendorong pertumbuhan tiada akhir dan mengancam kelangsungan planet bumi.

Ketiga, menyebabkan akumulasi dan ketimpangan sosial.

Bagaimana bisa? Simak penjelasannya di sini.

Alat Tukar Komplementer Sebagai Solusi Krisis: Mempertimbangkan Kembali Gagasan “Di Luar Kotak” Mendiang Bernard Lietaer

Pada setiap krisis, sirkulasi mata uang menjadi tersendat dan menyebabkan berbagai persoalan sosial.

Solusi konvensional adalah dengan memompa anggaran terbatas melalui jaring pengaman sosial dan berbagai program afirmatif lainnya.

Bernard Lietaer, punya solusi yang tidak konvensional melalui alat tukar komplementer. Cara ini sudah terbukti sukses di berbagai negara dan sudah ada sekitar 4000-an jenis yang beroperasi.

Menurut mantan Trader Top Dunia versi Business Week ini, alat tukar komplementer tertua justru lahir di Bali.